Resume Rapat tanggal 19 Februari 2012

Berikut ini resume rapat yang dilakukan pada 19 Februari 2012. Rapat bisa dibagi ke dalam dua bagian besar. Pertama adalah musyawarah yang dihadiri oleh warga penghuni Hankam Slipi, dan yang kedua adalah rapat koordinasi antar warga penghuni Hankam Se-Jabodetabek.

Musyawarah Warga Penghuni Hankam Slipi

  • Kasus perumahan Negara merupakan masalah nasional. Statusnya masih sengketa. Sehingga ada prosedur dalam penanganannya.
  • Forum akan mengirimkan surat tertulis kepada Dandenma sebagai tanggapan.
  • Tanggapan Bp. Yosef:
    • Bukan manusia untuk hukum, tapi hukum untuk manusia
    • Tim harus menempuh jalur legal
    • Ini bukan benturan yang pertama antara TNI aktif dan purnawirawan. Kita ingin penyelesaian yang beradab dan sopan.
    • Warga agar jangan takut. Bersatu padu dan jangan goyah. Tuhan beserta kita.
  • Tanggapan Bp. Sudaryo:
    • Agar melakukan tindakan penolakan dengan segala alasan
    • Anak-anak agar mempertahankan tempat tinggal ini
    • Rencanakan langkah-langkah yang harus dilakukan
  • Tanggapan Ibu ….
    • Hankam Slipi dulu aktif. Salah satunya IRHAN mengadakan ajang olah raga se Hankam Jakarta
    • IRHAN (Ikatan warga Hankam) terbentuk sejak 1974
  • Tanggapan Bp Saifudin:
    • Menanyakan bagaimana hasil tim pengacara FKPPRN
    • Mendukung warga untuk bersatu dan mempertahankan.
  • Komentar Bp. V. Hutabarat:
    • Mengharapkan semua pihak terutama generasi muda bergerak
    • Dalam TNI yang ada hanya loyalitas dari bawah ke atas. Tidak pernah ada loyalitas dari atas ke bawah.
    • Sikapi semua ini dengan kata TIDAK.
    • Tanggal 22 rencananya akan ada pertemuan FKPPRN AL. Selanjutnya dalam perencanaan untuk bertemu dengan Kasad, Kasau, Kasal, dan Menpera.
    • Berharap TNI tidak hanya melakukan koordinasi antar institusi, tapi juga berdialog dengan warga.
    • Harapan: segera buat pernyataan sikap.
    • “Kami siap menerima peluru TNI, tapi TNI juga harus siap menerima sirina pace(?) kami.
    • Apa yang dilakukan TNI adalah teror, psy war (psychological war/perang urat syaraf). Dilakukan agar kita pelan-pelan mati. Jangan sampai kita menjadi bingung dan stres. Di Makassar sudah ada kejadian penghuni yang meninggal karena stres diterror.
    • Kita punya hak konstitusional untuk menghuni tempat ini.
    • Tim advokasi FKPPRN adalah Mayjen. Purn. Uung SH, Bp. Wibisono, dan Bp. Winarso
    • Benang merah dari semua ini adalah sikap mental perjuangan harus dipelihara
    • PamSwakarsa (pengamanan internal) harus dijalankan.
    • Malam ini (setiap malam) kita harus bisa tidur nyenyak
  • Ibu Tini (APRN)
    • Yatim piatu agar tidak takut. Anda tidak sendiri.
    • Tidak ada istilahnya rumah dinas. Yang ada adalah rumah negara.
    • Dihimbau agar membaca Newsletter yang diterbitkan APRN (transkrip NewsLetter dapat dibaca di blog https://penghunihankamslipi.wordpress.com
    • Agar semua mendoakan perjuangan APRN
  • FKKPR-HS
    • Mufakat dalam musyawarah ini FORUM KOMUNIKASI DAN KERUKUNAN PENGHUNI RUMAH HANKAM SLIPI sepakat untuk MENOLAK SURAT DARI DANDENMA.
    • FKKPR-HS akan segera membuat surat penolakan ke Mabes TNI

Rapat Koordinasi Antar Warga Penghuni Hankam Se-Jabodetabek

  • Ucok
    • Perlu ada perumusan langkah tindak lanjut
    • Musyawarah dengan dihadiri sekitar 150 orang seperti ini pernah dilakukan APRN 2-3 tahun yang lalu. Tapi saat ini Warga Hankam Slipi lebih solid.
    • Kekuatan kita adalah pada warga. Kita tidak bisa menggantungkan proses ini kepada pejabat. Karena pejabat selalu berganti, dan punya tugas dan kepentingan. Jadi akhirnya situasi seperti ini terus terjadi.
    • Kita ingin sampai ke tujuan. Bagaimanapun warga ada banyak keinginan. Ada yang tahu dapat memilikinya sebagai hak, ada yang mau diganti dengan syarat, dan sebagainya. Pengurus akan mengakumulasikannya melalui sebuah polling. Tapi yang penting warga harus memiliki komitmen karena prosesnya tidak mudah dan tidak sebentar.
    • Tindak lanjut:
      • Harus ada pola yang lebih rapi
      • Konsep perlu diperkaya
      • Harus ada penanggung jawab yang bisa menghubungi seluruh warga (by Sipal)
      • Perlu bendahara untuk menangani masalah keuangan
      • Minggu depan harus sudah ada produk dan langkah langkah yang akan dilaksanakan
  • Roy – Cidodol:
    • Penghuni Hankam Cidodol sudah membentuk FKKPR-Hankam Cidodol
    • Sudah memiliki draft surat yang intinya menolak surat Dandenma
  • Perwakilan Sukabumi Ilir:
    • FKKPR-Hankam Sukabumi Ilir belum terbentuk. Masih dalam konsolidasi internal. Rencananya malam ini (19 Februari).
    • Ada kesulitan untuk mendekati pensiunan dan warakawuri.
  • AA – FKKPRN – Hankam Slipi
    • Akan membuat polling yang akan menjadi dasar untuk pembuatan surat penolakan.
    • Nantinya angket bisa di copy paste untuk digunakan komplek lain.
    • Alternatif: masing-masing komplek membuat surat penolakannya masing-masing, atau semua komplk membuat satu surat saja.
  • Ibu … (APRN):
    • APRN adalah “anaknya” FKPPRN
    • FKPPRN cenderung menggunakan metode negosiasi, diskusi, dan korespondensi. Sedangkan APRN cenderung menggunakan metode langsung di lapangan menggunakan massa untuk mendapatkan dukungan.
    • FKPPRN fokus kepada perumahan TNI, sedangkan APRN merupakan aliansi yang fokus ke semua perumahan negara, tidak hanya dalam skup TNI.
    • Dalam melakukan aktivitasnya APRN berkolaborasi dengan LBH, Komnas HAM, dan Kontras.
    • Saat ini APRN sedang roadshow dari kampus ke kampus untuk memberikan pencerahan.
    • APRN memiliki banyak foto yang dapat dipublikasikan.
    • Apa yang kita tempat sekarang bukanlah rumah dinas, karena seluruh biaya perawatan dan konsekuensi menghuninya ada pada penghuninya (listrik, air, telpon, pbb, kebersihan, keamanan).
    • Secara hukum ada yang menyatakan bahwa bahkan anak angkat/adopsi saja boleh untuk menghuni/mewarisi tempat tinggalnya.
    • Pengecualian adalah komplek yang didirikan di pangkalan, karena lokasinya tidak bisa diupayakan untuk dimiliki.
  • Ucok APRN:
    • Untuk konsolidasi ke dalam (menjawab pertanyaan Iren – Ketua 2 FKKPR-Hankam Slipi – kekuatan harus datang dari dalam
    • Harus ada pengumpulan data. Angket disebarkan dari rumah-ke rumah dan ditandatangani pengisi angket.
    • Pembagian kelompok untuk menyebarkan informasi
    • Tensi harus dijaga agar tidak turun. Harus ada even yang dipelihara.
    • Setelah pertemuan ini, menjelang Maret, setiap minggu diadakan pertemuan tiap Selasa dan Jum’at di Kantor FKKPR-Hankam Slipi, di Aula RW Jl Kiwal sekitar jam 7 malam
  • V. Hutabarat:
    • Ada 93 kompleks sejenis di Jabodetabek
    • UU 34 TNI mendefinisikan penggunaan pasukan adalah untuk perang, menghadapi musuh. Jika internal untuk menangani teroris. Kita bukan musuh, dan kita bukan teroris.
  • Ibu Tini – APRN:
    • Perlu ada pengenalan lokasi komplek lain
    • Untuk itu akan ada pertemuan lanjutan di Cidodol untuk konsolidasi di sana.
  • Ibu Ochi – Menteng:
    • Rumah yang ditinggali bukan rumah dinas (negara). Status HGB pemilik lama ada. Tapi Kodam mengklaim itu milik mereka, meskipun mereka tidak bisa membuktikannya. Mereka – 2 truk tentara menduduki rumah secara paksa. Keluarga melakukan gugatan ke Pengadilan Jakarta Timur sebagai “perbuatan melawan hukum”. Keluarga sempat memanggil pers dan LBH.
    • Sampai sekarang belum mendapatkan kepastiak hak. Hasil pengadilan terakhir justru aneh: gugatan tidak bisa diterima.
    • Sempat ditawari 2M oleh Kodam Jaya. Sedangkan luas tanah sekitar 630M yang nilainya berkisar 25-30 M, namun ditolak.
    • Pada 8 Februari didatangi seseorang yang bernama Ali Idung yang menawari 2,5M asal angkat kaki dari rumah. Dia menyatakan bahwa rumah ini akan dihadiahkan kepada George Toisuta.