Komplek

Berikut ini adalah Komplek-komplek sejenis yang ada di Jakarta dan Kota-kota lain. Jika ada teman-teman yang punya data lebih lengkap, silahkan kontak saya untuk melengkapinya.

  1. Bulak Rantai
  2. Cibubur (* NEW LINK)
  3. Cidodol
  4. Cilangkap
  5. Kelapa Dua – Depok (* NEW LINK)
  6. Radio Dalam
  7. Sukabumi Ilir
  8. Pangkalan Jati Pondok Labu (* NEW LINK)
  9. Jati Makmur – Pondok Gede (* NEW LINK)
  10. Kebayoran Lama (* NEW LINK)
  11. Senen (?)
  12. Cipinang (?)
  13. Cililitan (?)
  14. Cileungsi (komplek Baru)

  • Konon dulu ada plang bertuliskan huruf W dilingkari. Ternyata itu tanda bahwa tempat itu adalah waduk. Jadi perumahan ini asalnya dulu adalah direncanakan (atau sudah?) menjadi waduk
  • Dulu, pada tahun ….., pernah diisukan area pemukiman ini akan diakuisisi oleh Tutut (Keluarga Cendana) dan akan dibangun apartemen
  • Pada tahun …. terjadi banjir yang menggenangi perumahan ini. Tapi sejak dipasangnya 2 pompa baru di 2 tanggul yang ada, sudah tidak banjir lagi. Pengadaan pompa dilakukan oleh….
  • Tahun …. lapangan di depan aula menjadi lahan pasar malam. Awalnya hanya akhir pekan, namun saat ini setiap malam menjadi pasar malam. Kegiatan ini telah menghidupkan perekonomian masyarakat kelas bawah di sekitar perumahan ini.
  • Tahun 2011 pengaspalan jalan dilakukan oleh Pemda Jakarta Barat atas usaha yang dilakukan oleh Ketua RW.

Ini adalah Sejarah Perumahan Hankam Slipi, dituturkan langsung oleh Ibu Tin pada 4 Maret 2012, mantan Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak. Beliau juga merupakan salah satu penghuni pertama di perumahan ini.

Sebelum 1970 tentara tinggal di hotel dan dibiayai negara. Herman Sarens yang prihatin dengan keadaan ini berinisiatif untuk mengumpulkan uang sewa hotel sebesar Rp.180,- untuk dibelikan tanah (milik orang Betawi).

Ali Sadikin yang menjadi Gubernur saat itu menyatakan bahwa lahan ini untuk waduk. Namun negosiasi Herman Sarens disetujui bahwa lahan ini untuk perumahan. Dan Herman Sarens mengusulkan bahwa lahan ini dihadiahkan untuk penghuni. Herman Sarens merupakan teman dekat suami Ibu Tin (Bp. Harris) waktu sekolah di HIS.

Dahulu Jendral M. Yusuf pernah mengumpulkan warga dan mengatakan bahwa lahan ini dihadiahkan untuk warga.

Sekitar tahun 2000 pernah ada rencana lahan ini di-BTN-kan. Uang penjualan (cicilan warga) akan masuk ke kas TNI. Namun karena lahan ini ada di wilayah kekuasaan DKI, Pemda DKI ingin uang penjualan juga masuk ke kas Pemda DKI.

Sejauh ini Ibu Tin berkeyakinan – meski masih perlu diverifikasi – bahwa sertifikat atas nama Pemda ada di Pemda DKI.